Kenapa Banyak Orang Pindah ke Bluesky dari Twitter (X)? Ini Alasannya
Dalam beberapa waktu terakhir, Bluesky menjadi salah satu platform media sosial yang ramai dibicarakan. Banyak pengguna dilaporkan mulai pindah dari Twitter (X) ke Bluesky. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Perubahan besar yang terjadi di Twitter membuat sebagian penggunanya mencari alternatif yang lebih nyaman dan relevan.
1. Perubahan Twitter (X) yang Tidak Disukai Pengguna
Sejak berganti kepemilikan dan nama menjadi X, Twitter mengalami banyak perubahan signifikan. Mulai dari sistem verified yang berbayar, algoritma timeline yang tidak transparan, hingga moderasi konten yang dinilai semakin longgar. Akibatnya, banyak pengguna merasa timeline mereka dipenuhi spam, konten provokatif, dan diskusi yang tidak sehat.
2. Bluesky Menawarkan Kontrol Lebih Besar
Salah satu keunggulan Bluesky adalah pendekatan teknologi yang lebih terbuka dan terdesentralisasi. Pengguna dapat mengatur algoritma timeline sesuai preferensi mereka. Hal ini membuat pengalaman bersosial media terasa lebih personal dan tidak dipaksakan oleh sistem pusat seperti di Twitter.
3. Lingkungan Komunitas Lebih Sehat
Banyak pengguna menyebut Bluesky memiliki suasana yang lebih tenang dan ramah. Komunitasnya masih relatif kecil namun aktif, sehingga diskusi terasa lebih berkualitas. Akademisi, jurnalis, dan kreator konten mulai membangun ulang audiens mereka di Bluesky karena merasa lebih dihargai.
4. Efek Ikut-Ikutan dan Migrasi Massal
Ketika tokoh publik, influencer, dan komunitas tertentu mulai aktif di Bluesky, pengguna lain pun ikut pindah. Faktor sosial ini mempercepat migrasi karena orang ingin tetap terhubung dengan jaringan mereka.
Kesimpulan
Alasan orang pindah dari Twitter ke Bluesky bukan hanya karena tren, tetapi juga karena kebutuhan akan platform yang lebih bersih, adil, dan bisa dikontrol. Meski Bluesky belum sepenuhnya menggantikan Twitter, kehadirannya menjadi sinyal bahwa pengguna kini semakin kritis terhadap media sosial yang mereka gunakan.